Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)

Aku Di Sedot Gadis Cantik

Aku Di Sedot Gadis Cantik
Dunia semakin gila saja, terutama di dunia maya. Gadis-gadis cantik nan aduhai bergentayangan, akan menyedot kita. Setiap hari, puluhan gadis cantik “mengincar” kaum lelaki yang akan dijadikan korbannya. Saya jadi ingat kisah Drakula Cantik dalam karya Bram Stoker. Merayu lelaki yang jadi mangsanya, mendekap, memeluk dan mengecupnya, sampai si lelaki terlena. Setelah itu, sedot habis….maksudnya darah si lelaki loh, kwkwkw…Sampai terjatuh lunglai.

Bayangkan, setiap hari puluhan email dari gadis cantik, masuk ke email saya, merayu, mengajak kontak, dan mereka memberikan alamat serta foto-fotonya yang paling aduhai. Tidak hanya itu saja, juga menawarkan dana yang berlimpah ruah, yang akan ditransfer ke rekening Anda. Wah, menyenangkan kan? Ucapan-ucapan menenteramkan juga selalu dilontarkan: Hello handsome…..Memang hati jadi berbunga-bunga. Saya yakin, terutama kaum lelaki, pasti seringkali dapat email seperti itu, terutama yang emailnya terpublikasi luas.

Dari sejumlah email yang masuk, sebagian besar dari gadis-gadis Senegal di Afrika Barat, sebagian lagi dari belahan bumi lainnya. Termasuk dari Malaysia, Cina, dan Eropa, Hongkong. Maaf, email dari para gadis yang kita bicarakan ini bukan email adult dating loh, bukan termasuk kencan dewasa yang situsnya di dunia maya juga bertebaran. Ini nanti akan kita bahas dalam tulisan tersendiri. Namun ini murni, email dengan versinya tersendiri.

Modus operandinya, biasanya ngajak perkenalan. Beralasan, mendapatkan email Anda dari teman atau dari situs salah satu website. Berlanjut dengan jatuh hati dengan Anda, meski belum pernah ketemu, hanya karena hatinya “dituntun” oleh Tuhan, bahwa Andalah “orang pilihan”. Anda juga akan dikirimi foto-foto terbaiknya. Email berikutnya, dia menceriterakan riwayat hidupnya. Kalau dari Afrika, rata mengatakan ayahnya seorang yang terhormat, seperti dokter, pengusaha sukses, penasihat presiden, dengan kekayaan di Bank yang berlimpah, sampai triliunan rupiah bila dikurs ke mata uang kita.

Lalu dengan sedih akan menceriterakan kalau ayah dan keluarganya meninggal karena pergolakan politik di sana dan dibunuh pemberontak. Dia mengaku jadi pengungsi PBB, atau dipelihara biara gereja, dan hidup sebatang kara. Ujung-ujungnya, akan menunjuk Anda, untuk menerima transferan dana dari orang tuanya, yang sudah atas nama dia di Bank setempat. Alasan ditransfer ke Anda, karena di negerinya tidak aman, belum cukup umur, atau dia ingin pindah negara.

Itu alasan yang masih gadis ting-ting. Lain lagi kalau sudah berstatus ibu atau janda. Dia akan bilang punya dana besar dari mantan suaminya. Juga menunjuk Anda untuk mengelola dananya. Sejauh ini, saya belum bisa menebak, kemana arah tujuan misalnya akan “menipu” kita. Hanya instingku mengatakan, semua itu tidak wajar dan tidak bisa diterima dengan logika berpikir yang benar. Diperkuat lagi, puluhan email yang masuk, meski dari orang yang berbeda-beda dan dari negara lain lagi, tetapi semuanya hampir sama. Paling tidak mirip-miriplah. Ini mungkin yang tidak disadari mereka.

Biasanya mereka hanya meminta kita menyebutkan nama lengkap kita, alamat rumah yang benar, nomer Hp, fax kalau ada, kota, propinsi dan negara kita. Saya masih belum jelas, kalau seandainya kita memberikan alamat lengkap seperti yang diminta apakah ada masalah? Misalnya dititipi narkoba, atau “dijebak” yang saya belum tahu. Hanya ada teman yang berceritera, juga diminta nomer kartu kreditnya. Kalau yang terakhir ini, jelas gawat. Atau barangkali ada pembaca yang tahu arah tujuan mereka, apakah hanya iseng, atau memang mau “menyedot” kita? Tolonglah kawan, berikan komentar Anda, please….

0 komentar:

Posting Komentar